Berbagi pengalaman

Pemakaian Huruf Kapital dalam Bahasa Indonesia



15 aturan pemakaian huruf kapital dalam bahasa Indonesia, yaitu:

1.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh:
Dia mengantuk
Apa maksudnya?
Pekerjaan itu belum selesai.

2.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
Kemarin engkau terlambat,” katanya.
Besok pagi,” kata Ibu, “dia akan berangkat”.

3.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk tuhan.
Contoh:
Allah, Sang Mahakuasa, Alkitab, Quran, Islam, hamba-Mu, ya Tuhan.

4.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Sultan Hasanudin, Haji Agus Salim, Nabi Ibrahim.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak diikuti nama orang, misalnya

Dia diangkat menjadi sultan.
Tahun ini dia naik haji.

5.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh:
Wakil Presiden Budiono, Perdana Menteri Nehru, Profesor Dedi.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak diikuti nama orang, misalnya

Siapa gubernurbaru itu?
Ia dilantik menjadi mayor jendral.

6.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Contoh:
Rudiyana, Dwi Yanti, Halim Agus.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika nama yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, misalnya

mesin diesel, 10 volt, 5 ampere

7.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh:
bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika sebagai bentuk kata turunan, misalnya

Mengindonesiakan kata asing.
Keinggris-inggrisan.

8.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh:
Tahun Hijriah, hari Lebaran, hari Natal, bulan Agustus, hari Jumat, Proklamasi Kemerdekaan Indonesaia.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital pada peristiwa sejarah jika tidak dipakai sebagai nama, misalnya

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.

9.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Contoh:
Cirebon, Gunung Semeru, Asia Tengara, Kali Brantas, Selat Lombok, Tanjung Harapan, Banyuwangi.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak menjadi unsur nama diri atau jika digunakan sebagai nama jenis, misalnya

mandi di kali, pergi ke arah tenggara, berlayar ke teluk, menyeberangi selat.
garam inggris, gula jawa, kacang bogor, pisang ambon.

10.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.
Contoh:
Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Keputusan Presiden Republik Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika bukan nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, misalnya

menjadi sebuah republik, menurut undang-undang yang berlaku, kerja sama antara pemerintah dan rakyat

11.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

12.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul keterangan  kecuali di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh:
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Dia adalah agen surat kabar Suara Pembangunan.
Saya membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

13.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
Dr.       = doktor
M.A.    = master of arts
S.S.      = sarjana sastra
Prof.    = profesor
Tn.       = tuan
Ny.      = nyonya

14.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan pamanyang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Contoh:
Surat Saudara sudah saya terima.
Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.
Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”
“Kapan Bapak berangkat?” tanya Harto.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak dalam pengacuan atau penyapaan, misalnya

Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

15.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Contoh:
Sudahkah Anda tahu?
Surat Anda sudah kami terima.

Semoga bermanfaat!  

Pemakaian Huruf Kapital dalam Bahasa Indonesia Rating: 4.5 Oleh: Site Administrator